ilmu negara

Diposting oleh Zulfiansyah pada 01:09, 10-Mar-12

Indonesia dalam perspektif Ilmu Negara

“ Teori asal mula dan runtuhnya suatu negara “

 

Oleh: Zulfiansyah

Bicara mengenai negara, terbersit pertanyaan awal dalam benak kita mengenai apa sebenarnya negara itu? Bagaimana negara bisa terbentuk dan kalau sudah terbentuk, apakah bisa runtuh? apa saja yang menyebabkan suatu negara bisa runtuh?

Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah beberapa dari sekian pertanyaan mengenai negara dalam kontek ilmu pengetahuan yang secara umum maupun khusus membahas atau mempelajari negara yaitu Ilmu Negara. Munculnya pemikiran tentang negara tidaklah serta-merta ada bersamaan dengan adanya negara,artinya, jauh sebelum pemikiran tentang negara itu ada, sebenarnya negara itu sudah ada, kita ingat misalnya adanya negara-negara seperti Mesir atau Assyiria di abad ke XVIII sebelum masehi dengan sistem pemerintahannya yang sangat absolute.[1]

Dikatakan demikian, bukan berarti pada masa itu belum ada ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan sudah ada, seperti ilmu perbintangan dan sebagainya, hanya saja pada saat itu keabsolutan para penguasa memaksa orang untuk tidak memikirkan tentang negara dalam kontek bagaimana raja-raja itu bisa mempunyai kekuasaan yang besar terhadap masyarakat, apa yang mendasarinya dan sebagainya yang mana akan menimbulkan suatu pertentangan dengan penguasa-penguasa itu sendiri. Artinya, kebebasan berfikir pada masa itu benar-benar dibatasi.

Istilah “Negara” yang kita kenal sekarang ini timbul pada zaman renaissance di Eropa pada abad ke-XV, dimana pada masa itu telah ada kebebasan untuk berfikir mengenai kekuasaan yang awalnya menggunakan istilah Lo Stato yang berasal dari bahasa Italia yang kemudian menjelma menjadi L’ Etat dalam bahasa Prancis, The State dalam bahasa Inggris, Der State dalam bahasa Jerman dan De Staat dalam bahasa Belanda, yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yaitu “Negara”[2]

Seperti halnya dengan hukum yang banyak perumusannya, demikian juga dengan negara. Berikut definisi Lo Stato menurut pendapat para negarawan: [3]

Prof. Dr. J.H.A. Logemann yaitu suatu organisasi kekuasaan/kewibawaan.

2.     Prof. R. Djokosutono, S.H. , yaitu suatu organisasi manusia atau kumpulan manusi-manusia yang berada dibawah suatu pemerintah yang sama.

3.   Prof. G. Pringgodigdo, S.H. yaitu suatu organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan unsur-unsur tertentu, yaitu harus ada: Pemerintah yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup dengan teratur sehingga merupakan suatu nation(bangsa).

Teori tentang terjadinya suatu negara

Mengenai awal mula terjadinya suatu negara, banyak teori- teori yang dibentuk dari hasil pemikiran teoritis-deduktif, dibandingkan dengan kajian empiris atau pengalaman. Dalam ilmu negara dikenal banyak teori tentang lahirnya sebuah negara, antara lain:

1. Teori Kenyataan yaitu teori yang mengatakan bahwa timbulnya suatu negara itu adalah soal kenyataan yang mana apabila telah terpenuhi unsur-unsur negara yaitu daerah, rakyat dan pemerintah yang berdaulat, maka pada saat itu juga negara sudah menjadi suatu kenyataan;

2. Teori Ketuhanan yaitu teori yang mengatakan bahwa adanya suatu negara itu adalah karena kehendak dari Tuhan;

3. Teori Perjanjian Masyarakat yaitu teori yang mengatakan bahwa negara itu timbul karena perjanjian yang diadakan antara orang-orang dalam masyarakat yang tadinya hidup bebas, terlepas satu sama lain tanpa ikatan kenegaraan yang mana perjanjian ini diadakan supaya kepentingan bersama dapat terpelihara dan terjamin, supaya orang yang satu tidak merupakan binatang buas bagi orang yang lain;[4]

4. Teori Penaklukan yaitu teori yang mengatakan bahwa negara itu timbul karena satu kelompok menaklukan kelompok lain;

5. Teori Pengalihan Hak yaitu teori yang mengatakan bahwa hak yang dimiliki oleh negara pada dasarnya diperoleh karena rakyat melepaskan sebagian hak yang dimilikinya atau rakyat membiarkan berlakunya hak tersebut untuk dikelola oleh negara;

6. Teori Garis Kekeluargaan yaitu teori yang mengatakan bahwa negara terbentuk dari perkembangan suatu keluarga yang menjadi besar dan kemudian bersatu membentuk negara, sehingga negara yang terbentuk adakalanya manganut garis kekeluargaan berdasarkan garis ayah, dan bahkan adakalanya garis ibu;[5]

7. Teori Alamiah yaitu teori yang mengatakan bahwa negara terbentuk karena kodrat alamiah manusia. Sebagai zoon politikon (manusia politik yang bermasyarakat), maka manusia membutuhkan adanya negara. Sehubungan dengan kebutuhan alamiah inilah, maka dibentuk sebuah negara dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya.[6]

Selain teori-teori diatas, suatau negara dapat pula terjadi disebabkan karena:[7]

1. Pemberontakan terhadap negara lain yang menjajahnya;

2. Peleburan(fusi)antara beberapa negara menjadi satu negara baru,misalnya: Jerman;

3. Suatu daerah yang belum ada rakyatnya atau pemerintahnya dikuasai oleh negara lain;

4. Suatu daerah tertentu melepaskan diri dari yang menguasainya dan menyatakan diri sebagai suatu negara baru,misalnya: Indonesia yang pada tanggal 17 Agustus 1945 memproklamirkan kemerdekaannya setelah sekian lama dijajah.

Runtuhnya suatu negara

Logikanya, kalau sesuatu itu ada yang namanya awal mula, pasti ada juga akhir, begitu pula dengan negara. Berakhir atau hilangnya suatu negara disini adalah karena musnah atau berkurangnya unsur-unsur yang harus ada dalam suatu negara seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu wilayah, rakyat dan pemerintah.

Ada beberapa hal yang menyebabkan suatu negara itu bisa runtuh atau lenyap,[8] yaitu: (1) karena faktor Alam seperti gunung meletus atau bencana-bencana alam besar lainnya yang mengakibatkan hilangnya wilayah suatu negara yang mengakibatkan negara tersebut tidak lagi dianggap suatu negara, dan (2) karena faktor sosial.

Faktor sosial yang di maksud disini antara lain: (1)karena adanya penaklukan, (2)karena adanya revolusi, (3)karena adanya perjanjian, dan (4)karena penggabungan. Yang menarik pada factor sosial disini adalah negara runtuh karena revolusi sebab banyak dipengaruhi oleh faktor internal sebuah negara dalam menjalankan fungsinya.

Catatan  sejarah  telah menceritakan bahwa betapa besar dan kuatnya Uni Soviet sebagai salah satu negara di Eropa yang berkuasa dan  pada akhirnya runtuh karena adanya pemisahan diri negara-negara yang sebelumnya bergabung karena hilangnya kepercayaan terhadap hukum negara dalam memberantasan korupsi yang semakin merajalela, artinya salah satu penyebab runtuhnya negara Uni Soviet adalah karena korupsi.

Lain halnya Uni Soviet lain pula Indonesia yang beberapa tahun yang lalu telah kehilangan satu provinsi yaitu Timor timur yang memisahkan diri dari NKRI, gerakan-gerakan separatis di Aceh dan sekarang masih hangat di Papua juga menginginkan kemerdekaannya.Sebenarnya apa yang dialami oleh masyarakat Timor timur dahulu tidak berbeda jauh dengan yang di alami oleh masyarakat Aceh dan Papua pada masa sekarang dimana bersumber dari ketidakpuasan terhadap pemerintah atas berbagai macam kegagalan-kegagalan dalam mengurusi pemerintahan yang dapat ditinjau dari beberapa aspek, salah satunya tentang kesejahteraan yang tidak merata dan masih sangat banyak aspek-aspek lain yang cenderung mengarah kepada disintegrasi yang pada akhirnya akan meruntuhkan NKRI.

Seharusnya Indonesia bisa belajar banyak dari pengalaman runtuhnya Uni Soviet dan beberapa negara lain yang belum lama ini mengalami krisis kepercayaan dari rakyatnya sendiri seperti, negara-negara Jazirah Arab dan di Eropa serta lebih bekerja keras agar tragedi Timor timur tidak terulang kembali. Tapi apa mau di kata, nampaknya Indonesia masih belum puas menyiksa rakyatnya sendiri, belum usai berita tentang perencanaan perbaikan di satu sisi, sisi yang lain malah semakin jadi, ironis memang.

Dikatakan perencanaan perbaikan karena pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Presiden bukannya mewujudkan dalam bentuk tindakan nyata dalam rangka melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia tapi malah diwujudkan hanya sebatas wacana dan retorika belaka. Seharusnya Presiden  sebagai Kepala Negara beserta para stakeholder di negeri ini bisa membuktikan kepada rakyatnya atau bahkan kepada dunia luar bahwa Indonesia adalah negara yang besar, bermartabat, berintegritas dan bertanggung jawab terhadap semua janji-janji kemerdekaan seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Pada Bab I Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 sebagaimana yang telah dilakukan amademen sebanyak empat kali menyebutkan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum dimana semuanya harus tunduk dan patuh kepada hukum, semua warga negara sama kedudukannya di depan hukum serta menjadikan hukum sebagai ujung tombak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tapi faktanya bertolak belakang, hukum di negara ini hanya berlaku untuk kalangan masyarakat tidak mampu, malah hukum dijadikan alat untuk menambah pundi-pundi kesejahteraan bagi kalangan-kalangan tertentu. Begitu banyak contoh kasus untuk disebutkan satu persatu yang menggambarkan betapa carut marutnya hukum di tanah air tercinta ini yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Apakah ini pertanda akan runtuhnya negara Indonesia ? melihat gejala-gejala yang sudah dan sedang terjadi, sepertinya mengarah kepada hal yang demikian, setidaknya bisa dilihat dari indikasi-indikasi sebagai berikut:[9]

1.      - Perang saudara / tawuran anatar warga, gank, dan antar kampong;

2.      - Korupsi

3.      - Kebijakan Ekonomi kapitalis;

4.      - Intervensi Militer dan pelanggaran HAM;

5.      - Kebijakan Nasional Liberal;

6.      - Sumber Daya Alam yang tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat;

7.      - Masyarakat yang majemuk dimana lebih menonjolkan sifat kedaerahan masing-masing;

8.  - Antara pemeluk agama tidak saling menghormati, sering terjadi caci maki dan sumpah serapah atas nama Tuhan, dan sebagainya;

9.      - Gerakan separatis.

Setelah secara umum dan singkat membahas tentang teori asal mula dan runtuhnya suatu negara yang dikaitkan dengan Negara Indonesia bila dilihat dari beberapa indikasi-indikasi yang ada, apakah kita akan menutup mata dan tetap membiarkan kondisi tersebut terjadi berlarut-larut? masihkah ada harapan kita sebagai warga negara untuk menatap Republik tercinta ini bangkit dari keterpurukan lalu berkembang maju bersaing dengan negara-negara lain ? atau kita hanya tinggal menunggu waktu atas keruntuhan negeri ini seperti halnya Uni Soviet? Semua terserah para pemimpin negeri ini, hanya waktu yang akan menjawabnya.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber langsung

Materi Perkuliahan Ilmu Negara yang diberikan Dr. Firdaus, S.H, M.si dan Rommi Patra, S.H, M.H

Sumber Tidak langsung

Soehino. 2000. Ilmu Negara. Yogyakarta. Liberti

Kansil, C.S.T. 2001. Ilmu Negara: Umum dan Indonesia. Cetakan Pertama. Jakarta: PT Pradnya Paramita

Asshofie, Agil. 2011. Teori Asal Mula Negara. Melalui http//agil-asshofie.blogspot.com/2011/11/teori-asal-mula-negara.html. Terakhir diakses pada tanggal 6 Januari 2012

Supriadi, Adi. 2011. Korupsi & Ancaman Runtuhnya NKRI. Melalui http//m.kompasiana.com/post/politik/2011/09/04/korupsi-ancaman-runtuhnya-nkri/. Terakhir diakses pada tanggal 6 Januari 2012

Wignyokarsono, Saptono. 2007. Runtuhnya Suatu Negara. Melalui http//wignyokarsono4.wordpress.com/2007/11/01/runtuhnya-suatu-negara/. Terakhir diakses pada tanggal 6 Januari 2012

Multiply. 2010. Pengertian Negara. Melalui http//joyful.multiply.com/journal/item/37/Pengertian_negara_Hukum. Terakhir diakses pada tanggal 6 januari 2012

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah

[1] Soehino. 2000. Ilmu Negara. Yogyakarta. Liberty. Hal. 11

[2] Kansil, C.S.T. 2001. Ilmu Negara: Umum dan Indonesia. Cetakan Pertama. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hal. 8-9

[3] Ibid. Hal. 9

[4] Kansil, C.S.T. 2001. Ilmu Negara: Umum dan Indonesia. Cetakan Pertama. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Hal. 134

[5] Asshofie, Agil. 2011. Teori Asal Mula Negara. Melalui http//agil asshofie.blogspot.com/2011/11/teori-asal-mula-negara.html. 29 Desember 2011

[6]Ibid

[7]Kansil, Op. Cit. Hal. 135

[8]Kansil, Op. Cit. Hal. 34-35

[9] Supriadi, Adi. 2011. Korupsi & Ancaman Runtuhnya NKRI. Melalui http//m.kompasiana.com/post/politik/2011/09/04/korupsi-ancaman-runtuhnya-nkri/. 29 Desember 2011

 

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar